Postingan

SIKLUS BIOGEOKIMIA

Gambar
Ravika Ta'awwana Sandra  J3M119105 / A1 LNK 56 SV IPB Daur Biogeokimia merupakan perpindahan unsur-unsur kimia melalui makhluk hidup dan lingkungan abiotik (tanah dan air). Dalam daur biogeokimia dikenal dua macam daur, diantaranya daur edafik dan daur atmosferik. Daur edafik merupakan daur yang unsur kimia pada daur tersebut tidak pernah membentuk gas di udara. Adapun daur atmosferik adalah daur yang unsur kimia pada daur tersebut mengalami fase berbentuk gas di udara. Daur biogeokimia berfungsi mengatur keseimbangan ekosistem. Artinya keseimbangan ekosistem tergantung pada pengulangan yang terjadi secara berputar pada unsur-unsur kimia tertentu. Unsur-unsur kimia yang dapat mengalami daur biogeokimia meliputi karbon, nitrogen, hidrogen, dan oksigen, serta fosfor. Dalam siklus biogeokimia juga sebagai pertukaran antara komponen biosfer yang hidup dan tidak hidup yang akan di tingkat trofik yang tidak hilang dalam ekosistem.  Siklus biogeokimia karbon mencakup pertukaran/perpi...

KOMPOS

Gambar
Ravika T (J3M119105 / A1) LNK 56 SV IPB   Latar Belakang Pembuatan Kompos      Salah satu upaya mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman adalah dengan pemberian pupuk kompos. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Proses pembuatan kompos (komposting) dapat dilakukan dengan cara aerobik maupun anaerobik. Proses pengomposan adalah proses menurunkan C/N bahan organik hingga sama dengan C/N tanah. Keunggulan dari pupuk kompos ini adalah ramah lingkungan, dapat menambah pendapatan peternak dan dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) secara berlebihan (Subekti   2015  dalam Ratriyanto A 2019 ).      Limbah peternakan dan pertanian, bila tidak dimanfaatkan akan menimbulkan dampak bagi lingkungan berupa pencemaran udara, air dan tanah, menjadi sumber penyakit, dapat m...

Peran Hewan dalam Upaya Perbaikan Lingkungan

Gambar
  Peran Satwa Liar dalam Ekosistem  Sebagai salah satu komponen ekosistem, jenis-jenis satwa liar, sebagai individu atau kelompok, mempunyai peran dalam menjaga keseimbangan proses di alam. Secara umum, beberapa jenis satwaliar merupakan konsumen pertama dalam piramida makanan, sedangkan beberapa jenis lainnya merupakan konsumen kedua, ketiga dan seterusnya. Dengan demikian, kelangsungan kehidupan satwa akan tergantung satu sama lain; dan penurunan populasi salah satu diantaranya akan berdampak negatif terhadap kesinambungan jaring-jaring makanan dan menghambat kelancaran arus dan siklus energi. Jelaslah terlihat bahwa ketiadaan salah satu jenis diantara satwa akan merupakan pemicu masalah secara ekologis. Contoh peran satwa liar bagi lingkungan diantaranya:  Beberapa jenis satwa; seperti kelelawar, burung dan kupu-kupu; berperan sebagai penyerbuk, menjadi agen perkawinan antara bunga jantan dan bunga betina sehingga memungkinkan perkembangbiakan pada tumbuhan. Beberapa j...

Bioindikator Kesehatan Lingkungan

Peningkatan populasi manusia menyebabkan peningkatan kebutuhan hidup. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu dilakukan pembangunan dengan pemanfaatan sumber daya. Hal ini didukung oleh potensi yang sangat luar biasa yang dimiliki Indonesia, berupa kondisi sumber daya alam (keanekaragaman hayati dan non hayati), kondisi geografis, serta kondisi demografis yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Sayangnya, bila melihat fakta kekinian, pembangunan dan kehidupan itu memberi dampak berupa pencemaran (air, udara, dan tanah), perubahan kondisi hutan dan topografi, serta dampak lainnya (Husamah dan Rahardjanto A 2019). Lingkungan yang kita tempati tidak selamanya berada pada kondisi stabil dan seimbang. Sebagian ulah manusia telah mengubah fungsi lingkungan dari sebagaimana mestinya. Beberapa hewan maupun tumbuhan memiliki kepekaan tersendiri terhadap perubahan lingkungan tersebut. Penurunan keanekaragaman jenis ataupun penurunan populasi menjadi indikator telah terjadinya gangguan, ...